GEMPA BUMI
Gempa bumi merupakan bencana yang tidak dapat di prediksi sebelumnya tetapi dapat diukur kekuatannya. Tingkat kerusakannya tergantung kekuatan gempa tersebut, jika gempa bumi terjadi dengan kekuatan yang kecil, maka kerusakan yang dialami tidaklah parah. Berbeda jika gempa bumi dengan kekuatan besar, hal yang akan terjadi adalah banyak bangunan yang roboh karena tidak sanggup menahan kerasnya goncangan yang ditimbulkan oleh gempa. Gempa sendiri terjadi karena pergerakan magma yang ada di dalam perut bumi, sehingga
mengakibatkan pergerakan lempengan bumi. Karena pergerakan lempengan itulah menghasilkan sebuah energi pelepasan berupa guncangan yang kuat.
Biasanya gempa bumi terjadi di daerah-daerah yang dekat dengan patahan lempengan bumi. Karena datangnya gempa tidak dapat diperkirakan, maka gempa merupakan bencana yang paling berbahaya. Banyak hal yang dapat mengurangi kerugian yang diakibatkan gempa, mulai dari membangun bangunan yang dapat meredam getaran gempa, memperkuat pondasi bangunan dan masih banyak lainnya.
TANAH LONGSOR
Tanah longsor merupakan bencana berupa pergerakan tanah, biasanya terjadi sekitar daerah pegunungan, semakin curam kemiringan tanahnya semakin besar juga kemungkinannya untuk terjadi bencana longsor. Bencana tanah longsor biasa terjadi setelah hujan yang cukup lebat dan tanah tersebut sedikit sekali ditumbuhi tanaman. Tanaman tersebut berguna untuk menahan tanah-tanah agar tidak mudah jatuh atau terseret oleh gravitasi.
Ada juga bencana longsor alami, karena memang tanah yang kurang padat, curah hujan yang tinggi dan kemiringan yang cukup curam. Jika tanah longsor terjadi di dalam hutan, mungkin bukan masalah yang serius. Tetapi jika longsor itu terjadi tepat di samping jalan, maka hal itu dapat mengakibatkan jalan tertutup dan tidak dapat dilewati dan diakses sampai dibersihkan jalannya.
ANGIN TOPAN/PUTING BELIUNG
Angin puting beliung merupakan angin yang berputar dengan kecepatan yang sangat tinggi dan bergerak secara garis lurus dengan durasi kejadian maksimal 5 menit. Di indonesia bencana ini disebut puting beliung atau angin Lesus, tetapi jika di Negara Amerika disebut dengan tornado atau angin topan. Bedanya jika di Amerika angin topan dapat terjadi dengan durasi lebih dari 1 jam dan dengan kecepatan yang paling tinggi adalah 320 km/jam dengan diameter sampai 500 meter.
Bencana ini di Indonesia kurang dapat diprediksi karena kurangnya teknologi yang memadai. Tetapi di Amerika bencana angin topan sudah dapat diprediksi kapan terjadinya dan dimana tempatnya sehingga dapat menghimbau warga untuk mempersiapkan diri atau mengungsi. Walaupun dapat diprediksi tetap saja kerugian yang ditimbulkan sangat besar.




No comments:
Post a Comment