Monday, October 17, 2016

Kubah Lava Sinabung Kembali Berasap


 Kubah lava Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, terbentuk kembali yang ditandai dengan gempa hibrid, Rabu (31/8/2016).

Terbentuknya kubah lava menunjukkan aktivitas vulkanis Gunung Sinabung masih tinggi. Awan panas, lava pijar, guguran material vulkanik berupa batuan kecil, gas beracun, dan hujan abu pekat masih akan mengancam.

Pengamat di Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung, Hardy, mengatakan, pengamatan visual kawah gunung menunjukkan kubah lava yang sebelumnya bervolume 2,6 juta meter kubik sudah gugur dan tersisa sekitar 20 persen lagi.
"Pengamatan sebelumnya, kubah lava sudah sempat berbentuk cembung hingga melewati bibir kawah gunung. Kini, bentuk kubah lava sudah cekung," katanya.

Menurut Hardy, aktivitas kegempaan Gunung Sinabung pada Rabu (31/8/2016) masih terjadi meski sudah menurun drastis dibandingkan dengan pekan lalu. Penurunan aktivitas ini terjadi karena sebagian besar kubah lava sudah gugur.
Hingga pukul 12.00, gempa hibrid terjadi tiga kali dengan amplitudo 2-3 milimeter. Gempa ini menandakan pembentukan kubah lava baru.
"Namun, kami belum mengukur berapa laju petumbuhan kubah lava itu," katanya.

Gempa yang mengindikasikan gugurnya kubah lava juga terjadi empat kali dengan amplitudo 2 milimeter. Kekuatan gempa guguran itu tergolong kecil karena hanya menunjukkan gugurnya sisa-sisa kubah lava yang lama.

Jenis gempa lain, seperti gempa frekuensi rendah, vulkanik dalam, dan tektonik jauh, juga masih terjadi. "Gempa frekuensi rendah terjadi hingga empat kali. Ini mengindikasikan masih adanya aliran fluida dari dalam kawah gunung," kata Hardy.

Kubah lava baru bisa saja terbentuk kembali hanya dalam beberapa hari. Pada Mei lalu, kubah lava bervolume 2,6 juta meter kubik muncul hanya dalam satu pekan. Kubah lava itu menggantikan kubah lava yang bervolume 2,8 juta meter kubik.
"Selama beberapa tahun terakhir, kubah lava Gunung Sinabung selalu gugur lalu tumbuh kembali. Ini menandakan masih adanya tekanan dan suplai energi dari dapur magma," kata Hardy.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Karo Matius Sembiring mengatakan, rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi tentang zona merah atau zona berbahaya akibat letusan Sinabung belum berubah.
Warga dilarang beraktivitas di radius 3 km dari kawah gunung. Di sektor selatan dan tenggara larangan beraktivitas hingga 7 km serta utara dan timur 4 km.

Komandan Tanggap Darurat Bencana Erupsi Gunung Sinabung Letkol (Inf) Agustinus Sitepu mengatakan, pihaknya terus menjaga pintu-pintu masuk menuju zona merah. Namun, masyarakat masih nekat bertani di zona merah.
"Mereka masuk dari jalan-jalan tikus," katanya.

Saturday, October 15, 2016

Bencana ALam Di Korea SeLatan

Sejumlah mobil terendam banjir yang disebabkan oleh angin topan Chaba di Ulsan, Korea Selatan, 5 Oktober 2016. Aktivitas transportasi, sekolah, pabrik dan pelabuhan dihentikan akibat topan ini. (REUTERS/Kim Yong-tae / Yonhap)







Seorang pria berjalan di pinggir pantai saat gelombang besar yang disebabkan oleh topan Chaba di Busan, Korea Selatan, 5 Oktober 2016. Topan Chaba berkecepatan 180 km per jaAm ini menyebabkan banjir bandang di Kota Busan. (REUTERS/Park Cheol-hong)





Sebuah jalan terendam banjir akibat angin topan Chaba di Ulsan, Korea Selatan, 5 Oktober 2016. Setidaknya lima orang tewas akibat topan Chaba yang melanda Korea Selatan. (REUTERS/Kim Yong-tae / Yonhap)





Seorang anggota kru (memakai jaket merah) dari kapal penumpang yang terdampar karena topan Chaba diselamatkan oleh petugas polisi maritim di Yeosu, Korea Selatan, 5 Oktober 2016. (REUTERS/Kim Yong-tae / Yonhap)

Banjir Terparah Dalam Sejarah

Jakarta Banjir merupakan bencana yang kerap melanda masyarakat belakangan ini. Banyak yang menganggap curah hujan yang tinggi penyebabnya. Namun kita kerap lupa, kitalah sebenarnya penyebab banjir tersebut terjadi. Kita telah mengabaikan hak alam untuk dilestarikan. Hal ini membuat air tak punya tempat peresapan.

Banjir pun memberi dampak yang cukup parah bagi manusia. Ada beberapa banjir yang membuat dampak paling parah sepanjang sejarah umat manusia



Banjir ini dimulai pada bulan Juni 1212 dan baru berakhir setelah 6 bulan kemudian (termasuk relokasi dan kegiatan pembersihan). Banjir ini membuat lebiuh dari 60.000 lebih nyawa melayang dan membuat banyak properti serta gedung-gedung rusak parah. Trauma akibat banjir ini sempat membuat warga Belanda kehilangan kepercayaan kepada Tuhan. Butuh waktu lama membangun kembali iman mereka. Hingga saat ini nama Banjir Laut Utara menjadi memori kelam bagi warga Belanda.

Macam-Macam Bencana ALam Yang Sering Terjadi


GEMPA BUMI
Gempa bumi merupakan bencana yang tidak dapat di prediksi sebelumnya tetapi dapat diukur kekuatannya. Tingkat kerusakannya tergantung kekuatan gempa tersebut, jika gempa bumi terjadi dengan kekuatan yang kecil, maka kerusakan yang dialami tidaklah parah. Berbeda jika gempa bumi dengan kekuatan besar, hal yang akan terjadi adalah banyak bangunan yang roboh karena tidak sanggup menahan kerasnya goncangan yang ditimbulkan oleh gempa. Gempa sendiri terjadi karena pergerakan magma yang ada di dalam perut bumi, sehingga 
mengakibatkan pergerakan lempengan bumi. Karena pergerakan lempengan itulah menghasilkan sebuah energi pelepasan berupa guncangan yang kuat.

Biasanya gempa bumi terjadi di daerah-daerah yang dekat dengan patahan lempengan bumi. Karena datangnya gempa tidak dapat diperkirakan, maka gempa merupakan bencana yang paling berbahaya. Banyak hal yang dapat mengurangi kerugian yang diakibatkan gempa, mulai dari membangun bangunan yang dapat meredam getaran gempa, memperkuat pondasi bangunan dan masih banyak lainnya.


TANAH LONGSOR
Tanah longsor merupakan bencana berupa pergerakan tanah, biasanya terjadi sekitar daerah pegunungan, semakin curam kemiringan tanahnya semakin besar juga kemungkinannya untuk terjadi bencana longsor. Bencana tanah longsor biasa terjadi setelah hujan yang cukup lebat dan tanah tersebut sedikit sekali ditumbuhi tanaman. Tanaman tersebut berguna untuk menahan tanah-tanah agar tidak mudah jatuh atau terseret oleh gravitasi.

Ada juga bencana longsor alami, karena memang tanah yang kurang padat, curah hujan yang tinggi dan kemiringan yang cukup curam. Jika tanah longsor terjadi di dalam hutan, mungkin bukan masalah yang serius. Tetapi jika longsor itu terjadi tepat di samping jalan, maka hal itu dapat mengakibatkan jalan tertutup dan tidak dapat dilewati dan diakses sampai dibersihkan jalannya.


ANGIN TOPAN/PUTING BELIUNG
Angin puting beliung merupakan angin yang berputar dengan kecepatan yang sangat tinggi dan bergerak secara garis lurus dengan durasi kejadian maksimal 5 menit. Di indonesia bencana ini disebut puting beliung atau angin Lesus, tetapi jika di Negara Amerika disebut dengan tornado atau angin topan. Bedanya jika di Amerika angin topan dapat terjadi dengan durasi lebih dari 1 jam dan dengan kecepatan yang paling tinggi adalah 320 km/jam dengan diameter sampai 500 meter.

Bencana ini di Indonesia kurang dapat diprediksi karena kurangnya teknologi yang memadai. Tetapi di Amerika bencana angin topan sudah dapat diprediksi kapan terjadinya dan dimana tempatnya sehingga dapat menghimbau warga untuk mempersiapkan diri atau mengungsi. Walaupun dapat diprediksi tetap saja kerugian yang ditimbulkan sangat besar.